feedburner
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner count






Kurikulum Pendidikan

Kurikulum yang diterapkan di Sekolah Kreatifitas Rumah Juara , mengacu pada model pembelajaran sebagai berikut:

-Multiple Inteligance : Mengembangkan pembelajaran dari aspek intelektual, emosional, spiritual dan fisik, serta keterampilan seni.

-Fun Learning by doing: Setiap minggu diadakan Studi Kreatifitas dengan tujuan untuk membekali murid dengan keahlian soft skill, yang mana selama belajar di sekolah formal jarang didapatkan

-Spirit Teaching : setiap pembelajaran dibimbing oleh guru yang sekaligus diposisikan sebagai kakak maupun orang tua dari siswa. Ia bertugas membimbing, mensupport sekaligus menanamkan jiwa kemandirian dan menanamkan akhlak yang baik kepada siswanya.

-Spirit Teaching : setiap pembelajaran dibimbing oleh guru yang sekaligus diposisikan sebagai kakak maupun orang tua dari siswa. Ia bertugas membimbing, mensupport sekaligus menanamkan jiwa kemandirian dan menanamkan akhlak yang baik kepada siswanya.


Output Pembelajaran :

Setelah peserta didik menjalani proses pembelajaran di sekolah ini setiap siswa diharapkan memiliki kriteria khusus yang diharapkan oelh kami, antara lain:

1. Memiliki keseimbangan kecerdasan yakni kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan spiritual.

2. Memiliki jiwa kemandirian serta akhlak yang baik.

3. Setiap peserta didik diharapkan mampu memiliki daya kreatifitas yang tinggi, dan mampu mengembangkan potensi dirinya sesuai minat dan bakatnya.

4. Memiliki berbagai macam ketrampilan hidup dan peningkatan terhadap ilmu pengetahuan , sehingga kelak anak-anak didik tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

VISI:

Menjadikan Sekolah Kreatifitas Rumah Juara sebagai salah satu institusi pendidikan anak yang unggul dalam menyediakan program pendidikan bagi anak untuk dapat terampil, memiliki life skill, dan karakter yang kuat serta memiliki akhlak yang baik sebagaai generasu unggulan masa depan.

MISI:

1. Membantu peserta didik menemukan minat dan bakatnya serta mengembangkan bakat

dan minat peserta didik secara optimal.

  1. Membentuk peserta didik menjadi pembelajar seumur hidup yang mempunyai keseimbangan kecerdasan emosional, spiritual dan nalar, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi, memiliki karakter kepribadian yang kuat, berjiwa mandiri , kreatif dan berakhlak lembut.
  2. Mengatasi keterbatasan, kelemahan peserta didik dengan melakukan pendekatan personal.
  3. Membekali peserta didik untuk memeperoleh hubungan dari pelajaran yang dipelajarinya dengan kehidupan yang nyata.
  4. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi peserta didik sesuai dengan kebutuhan, gaya belajar, kekuatan dan keterbatasan yang dimilikinya.1
  5. Setiap anak adalah unik, mereka mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Tapi, merekapun mempuanyai kadar kemampuan dan daya kreatifitas , serta minat dan bakat yang tentunya berbeda –beda antara anak yang satu dengan lainya. Terkadang ada beberapa orangtua y ang bingung dalam membantu dan mengarahkan potensi yang dimiliki oleh sang anak.
  6. Padahal, saat efektif untuk menumbuhkan potensi diri, daya kreatifitas serta minat dan bakat ada pada usia yang masih belia , yakni antar 6 sampai dengan 12 tahun. Tentunya sang anak sangat butuh pengarahan, bimbingan oleh orang tua dan orang –orang di sekitarnya. Tak semua orang tua yang mampu untuk membimbing dan mengarahkan anaknya dalam hal ini. Apa jadinya , kalau seandainya sang anak tidak menperoleh bimbingan pembelajaran dari orangtua dan orang-orang sekitarnya, pastinya perkembangan diri mereka tidaklah optimal.
  7. Namun dalam pengalaman dilapangan menunjukan bahwasanya banyak anak yang mendapatkan pengalaman pendidikan yang kurang menyenangkan selama disekolah. Misalanya, kasus bullying, bentakan dan kekerasan dari guru ,bahkan pemasungan kreatifitas anak. Pengalaman-pengalaman yang kurang berkesan tersebut menimbulkan phobia terhadap sekolah (school phobia) bagi anak dan orang tua.
  8. Melihat kondisi ini, maka perlu dicarikan solusi alternatif pendidikan bagi anak-anak untuk memacu daya kreatifitas , penumbuhan minat dan bakat bagi anak., salah satunya bentuknya adalah kegiatan sekolah kreatifitas. Berdasarkan alasan inilah, maka kami membangun sebuah sekolah kreatifitas Rumah Juara sebagai sebuah institusi pendidikan alternatif yang senantiasa memperhatikan hak anak atas pendidikan.